Senin, 01 Oktober 2012

TEORI DAN METODOLOGI PELATIHAN


TUJUAN TRAINING
Tujuan latihan atau training adalah untuk membantu atlet meningkatkan keterampilan dan prestasinya semaksimal mungkin. Untuk mencapai hal itu, ada empat aspek latihan yang harus dilatih, yaitu :
(a)    FISIK,
(b)   TEKNIK,
(c)    TAKTIK,
(d)   MENTAL

A. LATIHAN FISIK (PHYSICAL TRAINING).
Tujuan utamanya ialah untuk meningkatkan potensi faaliah (ilmu faal) dan kemampuan biomotorik ke tingkat yang setinggi-tingginya agar prestasi yg. paling tinggi  bisa dicapai.
Kondisi fisik dikembangkan dengan urutan sbb.:
a. Persiapan fisik umum (General Physical Fitness).
b. Persiapan fisik khusus (Specific Physical Fitness).
c. Persiapan fisik yang amat spesifik yang diperlukan oleh cabor yang bersangkutan.

B. LATIHAN TEKNIK (TECHNICAL TRAINING).
Tujuan latihan teknik ialah untuk mempermahir teknik-teknik gerakan yang diperlukan agar atlet terampil melakukannya. Semakin sempurna tekniknya, semakin sedikit pula energi yang perlu dikeluarkan untuk melakukan teknik tersebut. Jadi pengeluaran tenaganya pun menjadi ekonomis dan efisien.
Jadi, teknik yang sempurna = efisiensi tinggi
            Teknik yang sempurna ialah  yang secara biomekanik benar dan secara fisiologis efisien. Dan cepat-tidaknya atlet mampu menguasai suatu teknik tertentu amat tergantung pula dari kesiapan fisik atlet.

C. LATIHAN TAKTIK (TACTICAL TRAINING).
Tujuan latihan taktik ialah  untuk menumbuhkan perkembangan daya tafsir pada atlet. Latihan taktik hanya akan bisa sukses apabila tingkat kemahiran teknik setiap atlet sudah sempurna.
Dalam persiapan latihan taktik  termasuk tugas-tugas sebagai berikut :
  1. Pelajari peraturan permainan dan pertandingan.
  2. Kenali kemampuan-kemampuan strategis dan taktis calon lawan.
  3. Ketahui kekuatan dan kelemahan potensi  fisik  dan mental calon  lawan.
  4. Teliti sarana, prasarana, dan lingkungan bakal tempat pertandingan.
  5. Kembangkan kemampuan tactical sense  individual para atlet.

D. LATIHAN MENTAL (PSYCHOLOGICAL TRAINING).
Betapa sempurna pun fisik, teknik, dan taktik atlet, manakala mentalnya tidak turut berkembang, prestasi tinggi tidak mungkin akan dapat dicapai. Pertandingan adalah 80% masalah mental dan hanya 20% yang lain. Latihan mental harus diberikan secara sengaja, sistematis, berencana, intentionally kepada atlet, dan jangan diharapkan berkembang secara alamiah atau kebetulan saja.

TRAINING
Training adalah proses yang sistematis dari berlatih atau bekerja,  yang   dilakukan  secara  berulang-ulang,  dengan kian  hari kian  menambah beban latihan atau pekerjaannya” (Harsono, 2005).
·        Sistematis: berencana, menurut jadwal, menurut pola dan sistem tertentu, latihan yang teratur, dari sederhana ke yang lebih kompleks.
·        Berulang-ulang: maksudnya agar gerakan-gerakan yang semula sukar dilakukan menjadi semakin mudah, otomatis, dan reflektif pelaksanaannya sehingga semakin hemat energi.
·        Kian hari kian tambah beban: maksudnya ialah setiap kali, secara periodik, segera setelah tiba saatnya (jadi bukan setiap hari)  beban/intensitas di tambah.

PRINSIP-PRINSIP LATIHAN
Prinsip-prinsip latihan haruslah diketahui dan benar-benar dimengerti oleh pelatih maupun atlet.  Tanpa mengetahui prinsip-prinsip latihan tak mungkin atlet bisa dilatih dengan sukses, pelatih juga akan sukar menyusun program latihan dengan baik dan benar.

PRINSIP BEBAN LEBIH (Overload)
Prinsip overload ini berbunyi bahwa beban latihan yang diberikan kepada atlet haruslah yang cukup berat (jadi jangan terlalu berat). Kalau latihan dilakukan secara sistematis maka tubuh atlet akan dapat menyesuaikan (adaptasi) diri semaksimal mungkin kepada latihan berat tersebut.
            Kalau beban latihan terlalu ringan dan tidak ditambah (tidak diberi overload), maka berapa lama pun, betapa sering pun, atau sampai bagaimana capek pun kita berlatih, prestasi  tidak akan meningkat,  atau  peningkatannya kecil sekali.

PRINSIP PENAMBAHAN BEBAN
Kalau beban terlalu berat, dan atlet tidak  mungkin bisa mengatasi, maka sistem-sistem faaliah dalam tubuh tidak akan mampu untuk menyesuaikan diri dengan stres-stres yang terlalu ekstrim berat tersebut.

PRINSIP SISTEM TANGGA
Dalam mendesain latihan overload, pelatih disarankan untuk menerapkan sistem tangga (step type approach) atau sering pula diistilahkan dengan wave-like system (sistem ombak), yaitu penambahan beban latihan secara bertahap yang diselingi dengan tahap unloading.

PRINSIP SPESIALISASI
Tujuan serta motif atlet biasanya adalah untuk melakukan spesialisasi, sebab hanya dengan spesialiasi dia akan bisa memperoleh sukses. Spesialisasi berarti mencurahkan segala kemampuan, baik fisik maupun psikis pada suatu cabang olahraga tertentu. Penerapan prinsip spesialisasi kepada anak2 dan atlet muda harus selalu berpedoman pada prinsip multilateral yg. merupakan basis bagi perkembangan spesialisasi.

PRINSIP INDIVIDUALISASI
Setiap orang mempunyai perbedaan individu masing-masing. Demikian pula, setiap atlet berbeda dalam kemampuan, potensi, karakteristik, dan kecepatan belajarnya. Faktor-faktor seperti umur, jenis, bentuk tubuh, kedewasaan, latar belakang pendidikan, lamanya berlatih, tingkat kesegaran jasmaninya, ciri-ciri psikologisnya, semua harus ikut dipertimbangkan dalam mendesain program latihan bagi atlet.
            Jadi, training harus direncanakan dan disesuaikan bagi setiap individu agar dengan demikian latihan tersebut dapat menghasilkan yang terbaik (the best result) bagi individu tersebut.

PRINSIP INTENSITAS LATIHAN
Yang dimaksud dengan intensitas latihan ialah besarnya energi yang harus dikeluarkan dalam melaksanakan latihan tersebut yang dilandaskan pada  prinsip overload dan yang secara progresif menambahkan  beban kerja, jumlah repetisi  gerakan, serta kadar intensitas dari repetisi tersebut. Keluarnya keringat saja belum tentu bisa dipakai sebagai indikasi/patokan intensif tidaknya latihan.
            Intensitas latihan mengacu kepada jumlah kerja yang dilakukan dalam suatu unit waktu tertentu. Makin banyak kerja yang dilakukan dalam suatu unit waktu, makin tinggi intensitas latihannya. Contoh: satu menit lempar 60 bola adalah lebih intensif daripada 30 bola. Lari  cepat 400 m  lebih intensif daripada jogging 400 m.

PRINSIP KUALITAS LATIHAN
Berlatih secara intensif saja belumlah cukup apabila latihan atau dril-dril tidak berbobot, bermutu, berkualitas. Orang bisa saja berlatih keras sampai habis napas dan tenaga, tetapi isi latihannya tidak bermutu. Karena itu prestasinya tidak akan meningkat. Jadi, latihan yang intensif tersebut belum tentu dengan sendirinya berarti bahwa latihan tersebut bermutu.  Latihan yang bermutu haruslah :
1.      latihan dan drill-drill harus benar-benar bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan atlet.
2.      koreksi-koreksi yang konstruktif sering diberikan,
3.      pengawasan dilakukan oleh pelatih sampai ke detil-detil gerakan,
4.      prinsip overload dan intervensi IPTEK olahraga diterapkan dalam latihan.

PRINSIP VARIASI DALAM LATIHAN
Untuk menghindari boredom, sesi-sesi latihan sebaiknya diselingi dengan variasi-variasi latihan seperti permainan-permainan dengan bola, perlombaan-perlombaan estafet, berenang, naik sepeda ke gunung, cross country, atau lain-lain kegiatan yang bersifat rekreatif-aktif. Kecuali membawa kegembiraan berlatih, unsur daya tahan, koordinasi gerak, kelincahan, dan lain-lain komponen fisik  juga akan tetap terlatih.

PRINSIP KEMBALI ASAL (Reversibility)
Kalau kita berlatih, pasti akan ada perkembangan dalam organ-organ tubuh kita, karena latihan memang akan merangsang fungsi organ-organ tersebut. Tapi sebaliknya, prinsip kembali asal mengatakan bahwa, kalau kita berhenti berlatih, tubuh kita akan kembali ke keadaan semula dan kondisinya tidak akan meningkat (atau terjadi detraining).  Dan training effect (dampak latihan) yang telah diperoleh dari latihan sebelumnya akan memudar dan lama-kelamaan hilang. Beberapa penelitian mengungkapkan hal-hal tersebut.
            Jadi, atlet yang ingin meningkatkan prestasinya secara progresif  harus berlatih secara kontinu. Untuk atlet-atlet elit sedikitnya 5 hari seminggu pagi dan sore (10 sesi).



Tidak ada komentar:

Posting Komentar