Pelatihan bukan hanya
tentang memenangkan pertandingan. Bahkan, menang adalah komponen yang sangat
kecil untuk pekerjaan. Pelatih
yang sukses membantu atlet menikmati
kompetisi dengan orang lain, dan mengembangkan sikap tim pertama. Mereka tidak
hanya berpengalaman dalam teknik dan keterampilan olahraga mereka, tetapi
mereka juga memahami cara efektif mengajar mereka keterampilan melalui praktik
rejimen sesuai usia dan latihan keterampilan bangunan. Kemampuan untuk
menerapkan dan mengkomunikasikan
pelajaran hidup belajar dari partisipasi olahraga juga penting ekstrim.
Pengaruh pelatih terhadap orang
dewasa muda adalah terlalu besar untuk percaya bahwa pemanfaatan pelatih
relawan mengurangi tanggung jawab profesional untuk secara efektif melaksanakan
misi. Bahkan, setiap liga organisasi pemuda yang tidak mengkoordinasikan
program sertifikasi Pelatihan
wajib bagi semua pelatih relawan adalah melakukan merugikan luar biasa untuk
komunitas mereka. Pada akhirnya, jumlah bahan pembinaan pendidikan diakses dan
sumber daya jauh terlalu besar bagi siapa pun untuk membuat alasan untuk
pelatih sukarelawan yang memadai melaksanakan tugas dan tanggung jawab mereka.
Saya suka istilah pelatih yang
bertanggung jawab melakukan berbagai peran dan kewajiban sebagai pelatih profesional.
Pelatih Professional adalah salah satu yang mengerti bahwa pembangunan fisik,
emosional, sosial, dan psikologis dari atlet mereka lebih diutamakan daripada
menang. Mereka adalah individu suara karakter
moral yang memahami arti sebenarnya dari integritas. Mereka
terorganisir, pengambil keputusan disiplin, fokus, dan nilai didorong. Pelatih
Professional memiliki pemahaman yang kuat tentang ilmu keolahragaan, olahraga
manajemen, manajemen risiko, nutrisi, dan olahraga teknik-teknik khusus
dan taktik. Pelatih Profesional selalu berusaha untuk lebih baik dia / dirinya
sendiri dengan menghadiri konferensi pelatihan, membaca buku dan jurnal
profesional, atau bertukar ide dengan teman sebaya dan mentor. Selain itu,
Pelatih Profesional telah unggul keterampilan
komunikasi dan memahami psikologi di balik penguatan, motivasi, dan
bagaimana orang-orang muda belajar.
Banyak ahli di bidang pelatihan
telah memberikan pandangannya tentang kualifikasi yang harus dipenuhi bilamana
seorang pelatih menginginkan dirinya menjadi seorang pelatih yang baik,
diantaranya seperti berikut: Rice (1975) menyebutkan bahwa terdapat 4 kualitas
yang memberi ciri-ciri pelatih baik yaitu:
- Kemampuan profesional sebagai guru, baru kamudian menjadi pelatih. Pernyataan ini mengandung pengertian bahwa proses mangajar adalah sangat penting, baik formal (di dalam) ataupun dalam aktivitas olahraga, dan ini tidak berarti bahwa pwlatihan lebih kurang penting dibandingkan dengan pengajaran di sekolah ataupun sebaliknya.
- Mengetahui cara melatihnaya. Dalam kaitan ini pengalaman sebagai pemain dapat dipergunakan dalam melatih, meskipun tidak selalu dibutuhkan untuk mencapai keberhasilan pelatihan.
- Kepribadian yang baik. Pelatih yang baik juga mempunyai kualitas pribadi yang menarik, sehingga atlit yang dilatih atau dalam bimbingannya menjadi loyal serta berusaha untuk melakukan perintahnya, dengan tidak merasa terpaksa.
- Karakter. Salah satu kualitas dasr yang harus dipenuhi adala masalah karakter. Hal ini sangat penting bagi profesi pelatihan, sebab karakter ini dapat menunjukkan siapa kita?, bagaimana kita?, dan apa yang orang fikirkan tentang kita? Selain itu pelatih berada dalam posisi yang mempunyai pengaruh cukup kuat untuk menanamkan kehidupan yang baik kepada orang lain. Oleh karena itu karakter ini marupakan salah satu tes untuk sesuai tidaknya seseorang memangku jabatan dalam profesi pelatihan.
Dapat dikatakan bahwa pada dasarnya
untuk memperoleh keberhasilan dalam kepelatihan dibutuhkan 3 kemampuan utama,
yaitu:
Pengetahuan/ilmu diperlukan untuk melakukan pengkajian
teoritis mengenai masalah yang berhubungan dengan pelatihan.
Seorang pelatih harus mempunyai keterampilan yang
memadai, diantaranya adalah :
- Keterampilan teknis.
- Keterampilan konseptual
- Keterampilan manajerial
- Keterampilan antarpersonal
- Sikap hidup/ filsafat. Pelatih harus sadar di mana ia berada, sehingga sikap serata perilaku yang dibawakannya tidak tidak berbeda dengan sistem yang dianut atlitnya dan masyarakat sekitarnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar